Selasa, 12 Mei 2009

SALAH SAPA? SMM & QA/QC BERMASALAH...

Sejak dibentuknya struktur organisasi baru tahun 2009 tepatnya sejak Raker di Cibogo bulan Desember 2009, maka resmi ada Dept. QA/QC. Dengan dibentuknya departemen tersebut maka sudah seharusnya ada Managernya. Dan amanah itu diberikan ke Saya yang kebetulan sebelumnya saya yang memelihara SMM ISO 9001:2000 sebagai Management representative.
Departemen yang sebelunya gak ada otomatis harus muali dari nol. Langkah pertama menyusun organisasi lancar, hingga 1 (satu) bulan pertama organisasi yang saya harapkan sudah terisi beberapa staf untuk Quality Assurance, Quality Control, Safety dan Dokumen Kontrol belum terisi juga. Dept. SDM menjanjikan segera ada, tapi gak kunjung datang dan terisi organisasi tersebut. Sementara saya juga mendapat kesibukan baru dengan mengelola Project di Jepara dengan Sumitomo. Staff yang saya harapkan dapat memperingan kerja saya gak kunjung hadir. Disisi lain tanggung jawab terhadap SMM ISO 9001:2000 sepertinya masih melekat dipundakku walaupun secara tugas tidak pernah ada kalo ikut Surat Keputusan dan Organisasi yang baru. Sendiri dengan tanggung jawab sedemikian besar membuat aku kalang kabut, sedangkan staff yang saya harapkan gak kunjung ada, nggak tahu maksud dari SDM apa ini, atau sengaja begitu untuk menjatuhkan saya....(pikiran yang picik dan full su'udzon). tapi inilah yang terjadi.
Memang jujur secara progress aku merasa gak ada perubahan apa-apa terhadap aktifitas masalah Quality Assurance dan Quality Control. Ini jelas gamblang terlihat, karena secara data aku gak punya apa-apa. Dari proyek hak pernah ada laporan ke saya, seentara kalau di telphone alasan sedang sibuk nanti di email. Tapi kenyataan gak pernah ada laporan.
Dan inilah yang menjadikan malapetaka. Tiba-tiba hari ini Mei tanggal 13 tahun 2009 jam 09.00 pagi aku dipanggil Dirut, dan menurut beliau Dept. QA/QC adalah yang paling WORST kinerjanya dibanding Dept. Lain. dan menurutku penilaian ini juga gak salah. Saya amini apa yang beliau katakan, dan prinsip saya gak mau menyalahkan departemen lain. Biarin aja.

Selasa, 27 Januari 2009

LANGKAH

Ke jalan mana aku harus melangkah?
Dalam setiap detik, kaki ini harus melangkah. Sedang ke arah mana yang di tuju itu yang membuat pusing. kadang kita di buat bingung dengan pilihan hidup yang ada sekarang ini. Sama persisnya di tempat kerja. Yes-man cenderung akan mudah meniti karier dan apa yang di maui cepet tercapai, gak peduli pake sistem gaya katak. tangan berusaha nyingkirin yang ada di depan kita, sedangka kaki nendang siapa saja yang pantas untuk di tendang.
Nah sekarang hati nurani yang harus di ajak bicara.
Saat ini orang yang dipercaya boss bukan bersikap amanah, tetapi menerjemahkan instruksi boss dengan versi mereka sendiri, dan mereka menuntut pembenaran atas apa yang dilakukan. Selain kurangnya komitmen, dan selalu berubah pendiriannya si boss, akan membuat organisasi menjadi ladang subur membuat fitnah, trik dan intrik akan menjadi subur, ABS ya Asal Babe Seneng.
sekarang tetuin langkah , kemana yang harus di ambil, menurut nurani ato nafsu.

Terserah, hidup adalah pilihan

Yang pasti saya hanya melangkah di jalan yang benar sesuai aturan yang sudah ditetapkan oleh ALLah SWT.

Rabu, 21 Januari 2009

ELEGI RINDU

Sejumput kenangan yang mulai rapuh
terbayang samar dikelopak keriput
Sinar lembayung yang perlahan memudar
Merasuk di pelupuk yang mulai rabun

Keriput usia membalut raga
cahaya perak penghias mustika
segores senyum terkembang
secercah cahaya mata rabun
Desah nafas memburu dimakan masa
tongkat penyangga yang selalu setia
Semangat yang terus membara
Tak kenal usia mulai renta

Hari ini
Aku merasakan kerinduan
pada wajah keriput renta
pada cahaya keperakan uban
pada helaian hangat tangan tua
pada nyanyian indah bibir senja
pada nasehat penghantar tidur malam
pada langkah gemetar

Hari ini
Aku merasakan kerinduan
Pada lelaki tua yang selalu menunggu
anak dan cucu
hadir
bercanda
bercerita
berpetuah

Hari ini setahun yang lalu
Kau selesaikan tugas mulia
Mengasuh kami
Membimbing kami
Mendidik kami
Membesarkan kami
Menjaga kami
Membekali kami

Hari ini setahu yang lalu
Engkau menghadap kembali
ke Illahi Rabbi

Hari ini setahun yang lalu
Engkau pergi
meninggalkan kami
yang belum sempat
membalas jasamu
belum sempat kami
membalas budi baikmu

Selamat jalan Ayah
Selamat bertemu kembali dengan Rabb
Hanya do'a kami
yang bisa menghantar
yang bisa menyertai
dalam menghadap Illahi Rabbi

Rabbighfirli waliwalidaiya
warhamhuma kama
Rabbayani Saghiraa

Selamat Jalan Ayah
Hanya Surga yang pantas
untuk-MU

Agung WS
22 Januari 2009

Selasa, 20 Januari 2009

Nasib

Bener nasib kalo sudah begini. Ada saja masalah yang harus tak hadapi smentara ini bener2 bukan kesalahanku. Ditikam dari belakang mungkin ini penggambaran yang tepat. AKu berusaha menolong orang yang sebenarnya gak punya kemampuan untuk mimpin proyek, dan benar proyek jalan, secara kerjaan OK, no problem, tapi penyimpangan dan keuangan mulai terjadi. Teguran pertama OK, kedua lewat, dan sekarang puncaknya. Ratusan juta di telan gitu aja, dan yang menyakitkan katanya uang saya yang ngabisin. Na'idzubillah, aku masih orang yang beragama. Aku tahu benar thd dosa, dan aku gak akan ngasih anak istriku uang gak bener kaya gitu, apalagi ngembat. Naudzubillah.
Saya juga gak ngeh, ato karena merasa terimpit, keselamatanku terasa terancam, ato ini cuman perasaanku. Entahlah
Saya harap sesuatu yang buruk tidak akan terjadi. Kapok aku coba mengangkat orang tapi malah aku sendiri yang tertikam, ato ini bukan manusia, jelmaan jin ifrit.
Astaghfirullah, aku Mohon Ampun kepada-Mu ya Alllah.

Dingin, senyap, Banjir lagi...

Sepi dalam kurun beberapa hari, tanpa sedikitpun informasi dari segenap anggota milist
Apa ini yang dinamakan mati suri
Ah, entahlah
Yang pasti milist ini sepertinya gak ada kehidupan
Ato, semua pada wait and see

Ah, embuhlah…

Semalam hujan deras
Adhem, dingin………..
Was-was
Dan benar…..
Pagi buta Jakarta terendam lagi
Semua ngungsi
Tapi kemana lagi
Yah, kembali jadi saingan burung merpati
Di atap rumah yang terus basah keguyur hujan
Berteduhkan selembar jas ujan kumal dan bolong
Yapi gak apalah
Yang penting gak kerendem
Tapi keguyur
Sama aja yah
Basah
Dan basah

Malam ini genting rumah berpenghuni lagi
Setelah sekian lama ditinggal

Tapi itu bukan rumahku
Rumah orang lain
Yang jauh disana
Walo aku tetap was-was

Jangan lagi air merendamrumahku lagi
Kapok
Tobat

Gak lagi-lagi ah

Tapi ini salah siapa?
Aku gak pernah nebang pohon kok
Aku gak pernah buang sampah sembarangan

Truss………….????????

--Agung WS 90ers--

Rabu, 24 Desember 2008

RRI Project - KPK ?

Sampe detik ini, masih gak nyambung di otakku, bagemana manusia bejat Suganda bisa melakukan hal ini, menipu Customer Denki Kogyo kaisha yang selama ini sangat amat membantu kita. Dengan total uang Rp. 82,8 Juta, merupakan angka yang fantastis. Dan ini saya yakin angka yang terkuat saja. Belum angka yang belum terkuak.
Katanya ongkos transport di Site, lah tanpa adanya DKKpun kita toh tetep harus bayar transportasi, lagian satu mobil kan untuk berdua dan DKK sama sekali gak pernah complain dengan kondisi ini, ditambah DKK gak pernah menginstruksikan untuk mengadakan mobil untuk DKK.
Tiap bulan mulai bulan Juli yakni awal mulai proyek. Benar-benar kelewatan dan gila ni manusia.
Dan sekarang DKK minta uang itu dikembalikan, uang dari mana? Dan aku sudah informasi ke seluruh manajemen tentang hal ini. Lebih gila lagi Suganda katanya mau ganti sampe tnaggal 26 desember ini, duit dari mana dia, ngrmpok kemana lagi dia?
Dir. Keuangan yang janji mo ganti uang itu mo ngelak lagi, dan saya sudah janji akan kembalikan. la kalo dari perusahaan gak dikasih, saya duit dari mana? Gara - gara suganda juga saya kembali yang susah.
bejat-bejat.....................

Kamis, 18 Desember 2008

TOM & JERRY

Apakah pas dengan judul di atas menanggapi masalah yang selalu ditimbulkan oleh Suganda dan pertikaian dia dengan Marsudi.
Awalnya, dengan hampir selesainya pekerjaan di Tarakan dan Toli-toli akan membuat saya bernafas lega. Tetapi itu hanyalah angan kosong belaka. Kemarin sore secara tiba-tiba Okiyama-san nelp, minta dibuatkan Quotation terhadap pemakaian mobil dia di site baik Tarakan maupun Toli-toli. La, padahal mobil kan dipakai bareng-bareng, kenapa harus bayar, dengan atau tanpa DKKpun Wasa harus bayar dengan nilai yang sama, sementara orang Wasa tidak banyak, hanya seorang yang mengaku dirinya Site Manager. Kalau dicharge penuh apa ini masuk akal. sedangkan Okiyama-san sudah membayar penuh ke Suganda